DARI "IH!" KE "HMMM"

Halo ibu, bapak, abang, kakak, non-binary, yang teridentifikasi sebagai burung, microwave, sepeda atau apapun, selamat datang di blog ku. Udah lama ga nulis, aku lupa kalau aku punya blog. Ehe. Akhir-akhir ini aku sibuk berkehidupan, aku yakin kalian pun sama. Beberapa hari yang lalu aku lagi sarapan gudeg, tiba-tiba aku menyadari sesuatu. Sekarang AKU BISA MAKAN GUDEG. Tadinya aku kurang cocok sama gudeg, rasanya terlalu manis. Otakku bingung, kenapa lauk makan bisa manis banget, kayak.. gak cocok yang manis-manis itu dimakan sama nasi.

Gara-gara kejadian itu aku jadi ingat, ternyata banyak makanan yang dulunya aku kurang cocok tapi sekarang bisa makan dan malah doyan!. Pernah ngalamin hal yang sama ga? Apa ala bisa karna biasa? Faktor umur? Entahlah.. tapi berikut makanan yang aku tadinya gabisa makan, sekarang sudah bisa.


1. BURGER DAN PIZZA

(Source : https://lifestyle.sindonews.com/berita/1232186/155/konsumsi-pizza-dan-burger-tingkatkan-risiko-terkena-kanker)

Dulu waktu kecil aku pernah lihat iklan salah satu fastfood yang menjual burger. Di iklan itu si burger ditampilkan layer per layer lalu jadi satu tumpukan. Woaahhh! Aku pun berbinar-binar ngebayangin itu pasti enak banget. Alhasil akupun merengek ke abang, minta dibelikan. Pas dibeliin aku seneng khan maen.. akhirnya makanan yang cuma bisa aku lihat di TV sekarang ada di tanganku! HAP! Aku ambil suapan besar laluuuuuu.. dilepeh. Aku gak bilang itu gaenak sama sekali, tapi memang ada rasa yang mengganggu. Kutelusuri lapis-per lapis burger itu. Rasa anehnya datang dari acar/pickles dan sausnya. Kayaknya itu saus barberkyu dicampur keju leleh rasanya asing untuk lidah yang “indonesia” banget kayak aku.

Waktu SMP teman-teman ngajak buka puasa bersama di salah satu restoran pizza di kesawan square. Sejak pengalaman burger, aku jadi agak berhati-hati sama makanan western. Jangan-jangan aku gak suka juga. Bener. Aku kurang suka sama saus di bawah topping-topping pizza itu. Baunya khas dan rasanya agak masam. Begitu juga toppingnya.. ada paprika, jamur, dan pepperoni! Bahan makanan yang gak pernah aku coba.  Jamur? Rasanya oke after taste nya khas, paprika? Dia itu cabe bukan? Gak pedes dan aku gak suka sampai sekarang, pepperoni? Saat itu aku ga suka pepperoni. Rasanya artificial banget, kayak daging sapi tiruan. Karena jaim, aku bilang ke temenku si nenek kalau aku kenyang. Jadinya cuma nyomot-nyomot bagian pinggiran pizza-nya aja, padahal aslinya karena gak doyan tapi malu huhu. Kalau sekarang? Beuuuhhh jangan di tanya. Udah doyan banget malah.

 

2. BUBUR

(Source: Pinterest)

Dari dulu aku kurang suka makanan yang teksturnya lembek, Salah satunya BUBUR. Enggak semua bubur sih, bubur kacang hijau, bubur ketan hitam itu masih amanlah... tapi bubur ayam dan bubur sum-sum? BIG NO. Bubur ayam sebenarnya kelihatan enak, karna masih ada beberapa topping yang memberikan tekstur, kayak kacang kedelai, kerupuk, dll jadi gak cuma lembek tok. Cuma, waktu dulu aku gak suka makan ini karna kelihatan, maaf, kayak muntahan ketika dicampur.

Ada satu momen dimana aku lagi liburan ke bandung. Kami naik bis ke rumah saudara (aku lupa kemana. Kayaknya ke Tasik?) dan terjebak macet sampai 8 jam hueeee. Ya laper, ya haus, pegel, kebelet semua campur aduk. Begitu sampai, hal pertama yang kami cari adalah makanan. Warung makan yang buka hanya ada satu dan cuma jualan BUBUR AYAM. Oh no!. kenapa di saat aku lapar sekali yang ada cuma bubuuur????. Aku cuma senyum-senyum kecut waktu ditawari dan dipesankan satu mangkok. Mau gak mau karena laper ya aku coba aja.. begitu disuap, eh.. kok ENAK? Gak terasa satu mangkok bubur ayam pun ludes, yum!. Kalau dipikir-pikir, aku bisa makan bubur ayam karena toppingnya enggak diaduk sama bubur. Aku baru tau ada TIM DI ADUK dan TIM TIDAK DI ADUK. Sejak saat itu bubur jadi salah satu sarapan favoritku. Waktu tinggal di Jakarta, hampir setiap hari aku punya tugas besar untuk mencegat abang-abang bubur ayam yang lewat di depan rumah. Hehe.

Bubur sum-sum sebenarnya gak seburuk itu karena ada saus gula merah yang membantu memberi rasa ke buburnya yang hambar. Waktu aku masih SD di Sibolga, kantin di belakang kelas berjualan bubur sum-sum. Aku sesekali beli tapi gak pernah habis, saat itu bagiku bubur sum-sum itu kayak makanan orang tua. Kalau dipikir-pikir kayaknya dulu kesan pertamaku dengan bubur sum-sum itu kurang baik karena bubur yang aku makan tepungnya kurang baik kualitasnya. Kayak bau apek begitu. Bubur sum-sum itu seharusnya harum pandan, terasa santannya sehingga memberikan rasa gurih. Begitu juga dengan gula merahnya loh, ternyata kualitas gula merah dan tingkat kekentalan gula juga mempengaruhi rasa bubur sum-sum. Setelah lebih dewasa aku mulai bisa menikmati makan bubur sum-sum, walau gak jadi makanan favorit tapi bagiku aku sudah bisa makan itu, bukankah itu perkembangan yang baik?.


3. GUDEG

(Source: https://visitingjogja.jogjaprov.go.id/en/18243/phenomenal-gudeg-in-jogja/)

Dari segi penampilan gudeg itu menggiurkan. Kayak semua elemennya warna coklat pekat, bikin aku ingat sama rendang. Jadi ya rasa yang terbayang dibenakku ini adalah makanan yang gurih. Ternyata enggak. Malah muaaaniissssssss. Otakku kayak nge-lag sebentar, bingung dia. Setelah beberapa tahun tinggal di jogja kayaknya lidahku mulai terbiasa deh? Atau emang gudeg sekarang berevolusi menjadi gudeg yang gak terlalu manis?. Malah ada loh gudeg mercon. Gila. Aku pernah makan dan gak kuat sama pedesnya. Padahal aku adalah orang sumatera yang notabene makanannya pedes-pedes. Richeese level 5 aja aku udah takhlukkan. Still not my favorite, tapi kadang ada masa dimana aku kangen makan gudeg. Waktu aku hamil abiyan aku ngidam makan gudeg mercon loh, tumben banget wkwk. Sekarang aku dan gudeg udah berdamai. Peace.

 

4. JEROAN

(Source : https://www.nibble.id/Makan-jeroan/)

Jeroan itu salah satu makanan yang gak pernah aku makan dan kayaknya juga gak pernah di masak sama mamak. Jeroan asing bagiku. Mamak gak pernah masak hati dan rempelo ayam yang biasanya disambel sama kentang atau semacamnya. Aku juga gak ingat jelas kapan pertama kali makan? Kayaknya waktu itu aku makan di rumah teman?. Selain asing, jeroan juga akan bau jika yang memasak kurang ahli. Itulah yang terkadang membuatku ragu mau mencoba, bisa dapet yang enak atau bisa zonk. Sekarang aku bisa makan jeroan ayam, kayak usus, jantung, rempelo dan hati. Tapi tetap aku kudu icip dulu apakah jeroannya dimasak dengan baik apa engga, hehe. Untuk jeroan sapi aku rasa gak terlalu ada masalah, cuma kalau ketemu sama babat yang masih item-item gitu warnanya aku agak geli sih. Balik lagi, tergantung kebersihan dan kepintaran orang yang masak!.

 

5. OKONOMIYAKI

(Source : https://www.halodoc.com/artikel/ini-cara-membuat-okonomiyaki-khas-jepang-yang-lezat-dan-praktis)

I have no clue what okonomiyaki was. Cuma karena aku adalah seorang wibu, sangatlah tidak wibu jika enggak suka makanan jepang. Waktu jalan-jalan di PVJ (Paris van Java) aku ketemulah dengan  sebuah stan makanan yang jual takoyaki, okonomiyaki, sama apa itu kue ikan yang isinya kacang merah?. ah. Taiyaki?  Aku beraniin beli dong, kepengen nyoba nih. Dari yang aku lihat okonomiyaki itu pakai kol yang diiris tipis dan dibalut adonan, kayak bakwan ya.. wkwk. Lalu ditambahkan slice beef dan  apa lagi ya? Plis aku males googling. Pokoknya setelah  jadi, di atasnya diolesi saus dan katsuoboshi? Itu loh irisan tipis ikan cakalang(?). kelihatannya sangat menggiurkan, begitu di coba aku diem. Gasuka saus dan topping katsuoboshinya. Karena aku jalan bareng sepupu, aku gengsi dong. Wkwkwk. Aku bilang entar mau makan di rumah aja. Padahal sampai rumah itu okonomiyaki aku simpen di kulkas dan gak dimakan-makan sampe aku pulang ke Medan. Entah bagaimana nasibnya tapi kayaknya sepupuku yang buang. Maafin aku ya.  Kalau sekarang aku udah doyan jajan yang beginian. Cuma sushi yang dagingnya mentah sama sashimi aja sih yang aku belum mau makan. Bukan berarti enggak bisa loh ya, cuma belum mau aja karena aku takut makan makanan mentah. Takut ada parasit, serem soalnya.

Kira-kira itulah beberapa makanan yang dulunya aku gak bisa makan tapi sekarang sudah bisa makan dan bahkan ada yang jadi doyan banget. Aku yakin kalian juga punya pengalaman yang sama kayak aku? Mungkin ada yang dulunya ga suka jengkol, setelah umurnya hit 30 malah jadi doyan banget. Walau begitu tetap ada beberapa makanan yang sampai sekarang aku enggan mencoba... contohnya ceker, ayam yang dimasak gulai (ayam berenang kataku), kepala ayam, daaaaaann banyak-banyak lagi. Sekian celotehanku, engga penting, tapi aku mau tulis. Karena aku yang punya blog ya jadi suka-suka aku. Adios!

Komentar

Postingan Populer