BAHAN UNTUK DINDING? BUANYAAK

 Setelah kemarin bahas tentang rumput yang biasa digunakan di lansekap, kali ini aku mau bahas tentang material dinding. Ternyata material dinding itu sangat beragam, bukan cuma sebatas batu bata atau kayu namun perkembangan jaman menambah macam ragam material dinding. Yuk, kita bahas!


1. BATU BATA

 
                       (Source : Shutterstock) 

Merupakan material yang paling banyak digunakan di Indonesia. Biasanya memiliki ukuran ± 20 x 10 x 5 cm. Dinding dari pasangan batu bata umumnya dibuat dengan ketebalan ½ batu dan minimal setiap jarak 3 m diberi kolom praktis sebagai pengikat dan penyalur beban. Dinding batu bata biasanya dipakai sebagai konstruksi non struktural yang tidak menahan beban. Berdasarkan bahan penyusunnya batu bata di bedakan menjadi :

A. Batu bata tanah liat

Batu bata merupakan batu bata yang mudah ditemui masyarakat dan sudah digunakan dari dulu. Bahan dasar yang digunakan adalah tanah liat yang  dibakar. Batu bata tanah liat ini dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu:

  • Bata biasa / Bata merah
  • Bata muka

Bata ini memiliki permukaan dan warna yang tidak menentu, teksturnya kasar, tidak rapi, dan kadar kekerasannya tidak sama karena proses pencetakan dan pembakaran yang tidak standar. Bata ini digunakan sebagai dinding pengisi yang kemudian ditutupi dengan semen dan plester.

Bata muka memiliki permukaan yang lebih baik dan lebih licin daripada bata merah. Dengan corak dan warna yang relatif sama, bata muka ini dapat digunakan baik sebagai dinding pengisi atau sebagai elemen eksterior dari dinding. Penggunaannya sebagai elemen eksterior tidak perlu ditutup dengan semen. Nama lain dari bata muka ini adalah bata imitasi.  

B. Batu bata pasir-kapur

Batu bata ini dibuat dari campuran kapur dan pasir dengan perbandingan 1:8 serta air yang ditekankan kedalam campuran sehingga membentuk bata yang sangat padat. Penggunaan batu bata ini biasanya terdapat pada bagian dinding yang terendam air dan memerlukan kekuatan tinggi.

2. BATAKO

(https://penelitianpariwisata.id/kelebihan-dan-kekurangan-penggunaan-material-batako/)

Batako merupakan bata cetak alternative pengganti batu bata untuk menghemat biaya pembangunan rumah.  Selain harganya lebih murah per meternya, dimensi yang lebih besar dan berlubang dapat menghemat 75% plesteran dan 50% beban dinding. Dan tentu saja pelaksanaan pekerjaannya pun menjadi lebih cepat. Batako terbuat dari campuran tras, kapur, pasir dan semen. Kekuatannya tentu lebih rendah dari pada batu bata. Batako yang berkualitas rendah akan mudah pecah karena kadar semen yang sedikit. Ukuran yang umum di pasaran adalah 40 x 20 x 10 atau kurang.  Penggunaan batako hanya terbatas sebagai pengisi dinding bangunan non struktural.

Berdasarkan bahannya, batako terbagi menjadi :

A. Batako trass / putih
Batako ini terbuat dari campuran trass, batu kapur, dan air. Trass merupakan jenis tanah yang berasal dari lapukan batu-batuan gunung berapi, berwarna putih dan putih kecokelatan.

B.   Batako semen
Batako semen terbuat dari campuran semen dan pasir dengan ukuran dan model yang lebih beragam. Batako ini dikenal juga dengan batako press yang pada proses pengerjaannya menggunakan teknik press baik dengan mesin maupun dengan tangan.

3. BATA RINGAN

(Source : Shutterstock/Radovan1)

Bata ringan adalah salah satu jenis beton ringan aerasi yang mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1995. Bata ringan yang dikenal dengan hebel atau celcon merupakan hasil campuran dari pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan aluminium pasta sebagai bahan pengisi udara kimiawi dan pengeras beton. Kelebihannya adalah bobotnya yang jauh lebih ringan dari batu bata ataupun batako. Biasa digunakan untuk bangunan bertingkat untuk mengurangi pembebanan sehingga biaya pondasi menjadi lebih kecil. Dimensi yang besar yaitu 60 x 20 x 10/7,7 cm menjadikan pekerjaan dinding cepat selesai. Ukurannya yang presisi juga hanya membutuhkan speci yang sangat tipis. Kelebihan yang lain adalah kemamampuannya untuk menahan panas dan suara. Dari segi harga sampai saat ini masih lebih mahal dari batu bata. Namun pekerjaan pemasangan yang cepat dapat menghemat upah tukang. 


4. KAYU

(Source: Pinterest)

Karena langka dan mahalnya kayu dewasa ini, mungkin jarang sekali rumah yang memakai dinding jenis ini. Kecuali untuk rumah-rumah di pedesaan atau rumah-rumah yang sengaja desainnya bergaya country. Dinding papan kayu juga bisa digunakan pada bangunan konstruksi rangka kayu. Kelebihan dinding ini adalah untuk menciptakan suasana yang hangat dan natural. Suasana di dalam rumah pun akan lebih sejuk. Namun perawatannya lah yang sulit. Kayu lebih mudah lapuk jika terkena panas dan hujan. Belum lagi serangan rayap untuk daerah tropis seperti negara kita ini. 


5. KACA

(Source: https://www.rumah123.com/panduan-properti/tips-properti-104379-rumah-dinding-kaca-id.html)

Seiring dengan meningkatnya produksi dan teknologi bahan kaca, penggunaan kaca sebagai  bahan konstruksi rumah pun meningkat dari tahun ke tahun. Dulu mungkin kita hanya memakai kaca di rumah untuk jendela ataupun pintu. Namu sekarang kaca merupakan bagian dari desain eksterior maupun interior rumah. Dinding kaca bisa membuat rumah terlihat lebih luas dari aslinya. Halaman rumah yang hijau dan asri pun dapat dilihat dari dalam rumah yang menyebabkan suasana menjadi lebih alami dan sejuk. Namun perlu dipertimbangkan juga jika dinding kaca langsung terkena sinar matahari yang akan membuat udara dalam rumah menjadi panas. 


6. GRC BOARD

(Source: https://solmatoss.com/product/detail/6905-grc-board-4x8-6mm)

GRC Board adalah material papan yang terbuat semen fiber-glass. Dengan ketebalan bervariasi antara 5 s/d 10 mm, GRC dapat digunakan sebagai dinding partisi, cover kolom bahkan sebagai plafond dalam ruang. Dimensi standar yang dikeluarkan adalah 1220 x 2440. Ada 2 (dua) tipe GRC board yaitu tipe rata, square edge (SE) yaitu GRC board yang memiliki tepi yang rata pada setiap bagiannya dan tipe landai, recessed edge (RE) yaitu GRC yang memiliki tepi landai pada keempat sisinya atau sesuai permintaan. Kelebihan tipe RE adalah dalam aplikasi sistem nat yang tertutup. Dengan tepinya yang landai tipe RE dapat dengan mudah dibuat rata dan ketidakrataan dinding akibat pekerjaan kompon dapat diminimalisir.

Selain GRC board, ada juga produk fiber flat dimana produk ini dapat digunakan sebagai pengganti triplek sebagai material penutup plafond. Selain dimensi standar, jenis ini memiliki dimensi lainnya agar memudahkan dalam pemasangan yaitu 600 x 1200 mm. Ketebalannya hanya 4 mm.


7.  KALSIBOARD

(Source: https://www.dealrumah.com/ukuran-kalsiboard/)

Selain untuk dinding material ini juga dapat diaplikasikan untuk palfon, partisi, dinding luar, listplank maupun lantai. Material ini sangat beragam beratnya, tergantung dari fungsi dan penempatannya, berat rata-rata per 1m2 antara 4,5 kg- 29,17 kg, yang paling berat difungsikan untuk lantai. Kalsiboard sama sekali tidak mengandung serat asbes dengan proses pembuatan menggunakan proses pengeringan dengan tekanan dan temperatur yang tinggi (autoclave), terdiri dari bahan baku semen, bahan organik, serta bahan penguat dan perekat alami.

Keuntungan material ini, dimensi material ini sangat stabil sehingga tidak mudah retak. Selain itu sambungan yang dihasilkan sempurna, permukaan sambungan akan sama rata dengan permukaan lembaran, sehingga akan mengurangi pemakaian kompon dan pekerjaan yang lebih cepat. Fleksibel dapat dilengkung, sehingga sangat sesuai bila ingin mengaplikasikan material ini pada permukaan lengkung seperti kurva.

Keuntungan lain yang di dapat dengan menggunakan material kalsiboard ini adalah tahan terhadap air, Tahan terhadap rayap, jadi tidak akan terjadi keropos. Tahan terhadap api, Daya tahan terhadap benturan, memiliki kekuatan lebih baik dibandingkan jenis papan gipsum. Variasi finishing  memudahkan untuk diaplikasikan berbagai jenis cat, sedangkan variasi ketebalan sangat ditentukan penggunaan aplikasinya, apakah untuk dinsing, lantai plafond atau partisi.


8. ECOLITE PANEL


Ecolite panel sangat ringan karena bahannya dicampur dengan biji biji EPS ( Sterofoam) sehingga membantu juga untuk peredam suara. Ecolite memiliki spesifikasi

Lebar :600 mm
Panjang :2.400 mm dan 3.000 mm
Tebal :100 mm
Berat :65 Kg/m2
Permukaan :Kalsiboard tebal 4.5 mm

pemasangannya sangat mudah karena ringan. dapat dilakukan oleh 3 orang saja.
karena adanya lubang hollow di dalam panel itu sendiri memudahkan instalasi kabel kabel listrik ataupun pipa-pipa air. Kabel listrik dan pipa air dapat langsung dimasukkan lewat lubang-lubang tersebut tanpa perlu membobol tembok.

Komentar

Postingan Populer